Postingan

11 Jurus Pendidik

Berikut adalah 11 Jurus Pendidik menurut Prof. Dr. M . Jufri, S.Psi. M.Psi 1) Ubah kerangka berpikir, bukan bagaimana guru mengajar, melainkan bagaimana murid belajar 2) Jangan hanya pelajari materi ajar, tapi pelajari pula karakter murid anda 3) Sampaikan tidak hanya dengan lisan, tapi gunakan seluruh anggota tubuh untuk berkomunikasi 4) Tunjukkan betapa murid butuh belajar dan selalu ingatkan pentingnya belajar 5) Pastikan sudah mengaktivkan potensi visual, auditori, kinestetik semua murid 6) Variasi durasi 20 menit, hasil penelitian bahwa murid hanya mampu bertahan konsentrasi 20 menit       maka variasikan kegiatan setiap  20 menit 7)  Lakukan dialog, bukan monolog 8)  Ajukan pertanyaan yang tepat kepada murid 9)  Tularkan emosi positif dan optimis di depan murid 10)  Bimbing murid dengan cara belajarnya sendiri 11)  Tampilah menarik di depan murid

Galeriku

Gambar

Sepakbola Kalah, Siapa Salah?

Gambar
Tulisan berikut dimuat di Koran Wawasan pada Kamis, 18 Juni 2015, adapun tulisan mentahnya seperti dibawah ini : S epak bola kita seperti tak pernah lepas dari segudang masalah. Setelah diterpa masalah dualism e liga, kini masalah kembali muncul. Menpora membekukan PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) sebagai induk organisasi yang menangani sepak bola, dengan alasan PSSI tak mengindahkan surat peringatan. PSSI diminta untuk untuk memerintahkan Arema Cronus dan Persebaya Surabaya untuk memenuhi permintaan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) tapi PSSI tak meresponnya. Selain alasan tersebut, pemerintah melalui Menpora menginginkan agar sepakbola Indonesia bisa berprestasi (Kompas.com).             Alasan Menpora untuk membekukan PSSI memang cukup logis, mengingat sepak bola kita seperti sudah akrab dengan kekalahan demi kekalahan . Pada Sea Games kali ini, di pertandingan pertama timnas Indonesia U23 dilumat...

Belajar Optimisme dari Kusrin

Gambar
Tulisan berikut dimuat dikoran Suara Karya pada Senin, 14 Maret 2016, adapun tulisan mentahnya seperti di bawah ini : Apa yang ada disekitar kita bisa diambil pelajaran, namun sayangnya seringkali kita tidak menyadari akan hal itu. Selama ini stigma yang berkembang di masyarakat bahwa pelajaran hanya didapatkan di bangku sekolah, sehingga ketika seseorang tidak mampu bersekolah tinggi kemudia ia merasa pesimis dan tidak mampu berbuat banyak hal.  Padahal sejatinya alam semesta ini adalah sekolah, kita bisa mengambil banyak pelajaran di dalamnya jika kita mau jeli dan mempunyai sifat optimis. Lantas apakah optimis itu? Menurut Mario Febian dalam bukunya “Terbanglah, Raih Mimpimu!”, Optimis adalah manifetasi dari keyakinan dan kepercayaan akan kemampuan diri menghadapi sesuatu, mengatasi, memperjuangkan, serta mencapainya. Optimisme mampu memantapkan langkah, membulatkan tekad, dan membuat seseorang merasakan kepastian hidup, meskipun hidup itu sendiri sejatinya tidak pern...

Era Selfie, Berkah atau Musibah?

Gambar
Tulisan berikut ini dimuat di Koran Rakyat Jateng pada Senin, 21 Desember 2015, adapun tulisan mentahnya seperti di bawah : Munculnya smartphone dengan kamera depan menciptakan kebiasaan baru bagi masyarakat kita. Kebiasaan baru tersebut bernama selfie atau memotret diri sendiri. Kemudahan akses internet dan menjamurnya media sosial menjadikan kebiasaan ini kian cepat menyebar. Bahkan semua kalangan seperti terhanyut oleh asyiknya berselfie ria. Dari anak-anak sampai orang dewasa memotret diri sendiri dengan aneka gaya. Disadari atau tidak era saat ini layak kita sebut sebagai era selfie. Naik daunnya selfie ini telah berhasil membuat sesuatu yang awalnya biasa saja menjadi cukup populer. Kita tentu masih ingat dengan fenomena populernya bunga amarilis. Siapa sangka bunga amaryllis yang awalnya tidak banyak orang yang tahu, tetapi setelah seseorang mengunggah foto dirinya dengan background bunga amaryllis, mendadak masyarakat pun tertarik untuk mengunjunginya. Mengunjungi bu...

Kerja Harus Kompak

Gambar
Kota Tegal merupakan salah satu kota yang terkenal di Indonesia. Jika menyebut nama Tegal asumsi pertama orang dalam pikirannya adalah bahasanya yang ngapak. Tetapi beberapa hari terakhir ini Kota Tegal terkenal bukan karena bahasanya yang ngapak. Melainkan karena selain  pada tanggal 12 April merayakan hari ulang tahunnya yang ke 435, ada hal yang unik dalam perayaan hari ulang tahun Kota Tegal saat ini. Ada beberapa warga yang menyambut pesta hari ulang tahun dengan berdemonstrasi. ketidak kompakan antara Wali Kota dan Wakil wali Kota merupakan salah satu alasan warga berdemonstrasi. Kekompakan menjadi hal yang penting untuk mengurangi rasa ketidak percayaan warga terhadap kepemimpinan Mashita dan Nur Sholeh.   Kompak, merupakan kata-kata yang sering diucapkan namun sulit untuk dilaksanakan. Dalam KBBI, kompak secara terminologis diartikan sebagai bersatu padu (dalam menanggapi atau menghadapi suatu perkara). Secara istilah, tiap orang memiliki pandangan masing-masing...

Murid Belajar dari Ponsel Pintar atau Guru Pintar?

Gambar
(Dimuat di Wawasan, Kamis, 28 Juli 2016) Guru merupakan salah satu elemen penting dalam dunia pendidikan, selain sebagai sumber belajar bagi muridnya sosok guru juga penentu berhasil atau tidaknya sebuah proses pembelajaran di kelas. Oleh karena itu, seyogyanya kita sebagai seorang guru terus meningkatkan potensi dan kualitas diri. Mengapa demikian, sebab di era dimana murid yang begitu akrab dengan ponsel pintar secara tidak langsung bisa saja mereduksi peran guru sebagai tempat bertanya para murid. Kemudahan mengakses internet menyebabkan murid dengan mudah memainkan jarinya untuk mencari informasi yang belum diketahuinya. Ada beberapa cara yang dapat menunjang seorang guru agar lebih pintar dari ponsel pintar. Pertama, hendaknya guru banyak membaca, baik itu membaca buku yang terkait materi yang diajarkannya maupun membaca informasi yang bersumber dari media cetak maupun elektronik. Hal ini penting dilakukan agar guru tidak terkesan kudet (kurang update) sehingga dalam ...