Postingan

Guru (Luar) Biasa?

Gambar
(Dimuat di Wawasan pada Selasa, 5 Desember 2017) Menjadi guru merupakan profesi yang luar biasa, ada sebuah pepatah yang mengatakan “Tidak ada murid yang bodoh, tapi bagaimana kepedulian guru untuk bisa membangkitkan potensi yang dimiliki muridnya”. Bersyukurlah jikalau saat ini Anda berprofesi sebagai seorang guru, karena profesi anda merupakan sarana untuk mendapatkan pahala yang akan terus mengalir. Parameter kesuksesan seorang guru dapat dilihat dari berapa banyaknya murid yang sukses. Selain itu, kesuksesan seorang guru juga dapat kita maknai dari seberapa banyak manusia yang dimanusiakan. Mendidik yang sudah terdidik itu jauh lebih mudah ketimbang mendidik yang belum terdidik. Ketika murid yang awalnya belum tahu kemudian menjadi tahu, yang pada akhirnya membuat murid tersebut berhasil dalam hidupnya. Tentu saja murid tersebut akan selalu teringat pada sosok guru yang membuat hidupnya berhasil. Oleh karena itu, peringatan hari guru memang telah berlalu, tapi gaungnya mas...

Keteladan Sebagai Solusi

Gambar
Tulisan  berikut dimuat dirubrik Fokus Publik Koran Republika, adapun tulisan dibawah ini merupakan versi mentahnya : Membahas rokok  ibarat meniti jalan tiada ujung. Selalu saja ada pro kontra yang mengiringinya. Kita tentu masih ingat dulu  ramai dibincang mengenai fatwa keharaman rokok, dan yang terbaru harga rokok  menjadi santapan hangat yang ramai dibincang khalayak umum. Bahkan salah seorang Budayawan, Sujiwo Tedjo dalam akun Twitternya berkicau “harga sebuah kejujuran itu mahal, tapi ada yang lebih mahal dari harga kejujuran, harga : rokok”. Jika langkah menaikkan harga rokok sebagai solusi agar tidak terjangkau bagi anak, mungkin hal ini perlu dipikirkan kembali, mengingat semahal apapun harga rokok jika anak masih memegang uang, maka masih ada kemungkinan untuk bisa membelinya. Sebenarnya langkah yang tepat agar anak tidak mendekati dan menjangkau rokok adalah melalui keteladanan. Sesering apapun atau sampai berbusa busa mulut menasehati tent...

11 Jurus Pendidik

Berikut adalah 11 Jurus Pendidik menurut Prof. Dr. M . Jufri, S.Psi. M.Psi 1) Ubah kerangka berpikir, bukan bagaimana guru mengajar, melainkan bagaimana murid belajar 2) Jangan hanya pelajari materi ajar, tapi pelajari pula karakter murid anda 3) Sampaikan tidak hanya dengan lisan, tapi gunakan seluruh anggota tubuh untuk berkomunikasi 4) Tunjukkan betapa murid butuh belajar dan selalu ingatkan pentingnya belajar 5) Pastikan sudah mengaktivkan potensi visual, auditori, kinestetik semua murid 6) Variasi durasi 20 menit, hasil penelitian bahwa murid hanya mampu bertahan konsentrasi 20 menit       maka variasikan kegiatan setiap  20 menit 7)  Lakukan dialog, bukan monolog 8)  Ajukan pertanyaan yang tepat kepada murid 9)  Tularkan emosi positif dan optimis di depan murid 10)  Bimbing murid dengan cara belajarnya sendiri 11)  Tampilah menarik di depan murid

Galeriku

Gambar

Sepakbola Kalah, Siapa Salah?

Gambar
Tulisan berikut dimuat di Koran Wawasan pada Kamis, 18 Juni 2015, adapun tulisan mentahnya seperti dibawah ini : S epak bola kita seperti tak pernah lepas dari segudang masalah. Setelah diterpa masalah dualism e liga, kini masalah kembali muncul. Menpora membekukan PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) sebagai induk organisasi yang menangani sepak bola, dengan alasan PSSI tak mengindahkan surat peringatan. PSSI diminta untuk untuk memerintahkan Arema Cronus dan Persebaya Surabaya untuk memenuhi permintaan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) tapi PSSI tak meresponnya. Selain alasan tersebut, pemerintah melalui Menpora menginginkan agar sepakbola Indonesia bisa berprestasi (Kompas.com).             Alasan Menpora untuk membekukan PSSI memang cukup logis, mengingat sepak bola kita seperti sudah akrab dengan kekalahan demi kekalahan . Pada Sea Games kali ini, di pertandingan pertama timnas Indonesia U23 dilumat...

Belajar Optimisme dari Kusrin

Gambar
Tulisan berikut dimuat dikoran Suara Karya pada Senin, 14 Maret 2016, adapun tulisan mentahnya seperti di bawah ini : Apa yang ada disekitar kita bisa diambil pelajaran, namun sayangnya seringkali kita tidak menyadari akan hal itu. Selama ini stigma yang berkembang di masyarakat bahwa pelajaran hanya didapatkan di bangku sekolah, sehingga ketika seseorang tidak mampu bersekolah tinggi kemudia ia merasa pesimis dan tidak mampu berbuat banyak hal.  Padahal sejatinya alam semesta ini adalah sekolah, kita bisa mengambil banyak pelajaran di dalamnya jika kita mau jeli dan mempunyai sifat optimis. Lantas apakah optimis itu? Menurut Mario Febian dalam bukunya “Terbanglah, Raih Mimpimu!”, Optimis adalah manifetasi dari keyakinan dan kepercayaan akan kemampuan diri menghadapi sesuatu, mengatasi, memperjuangkan, serta mencapainya. Optimisme mampu memantapkan langkah, membulatkan tekad, dan membuat seseorang merasakan kepastian hidup, meskipun hidup itu sendiri sejatinya tidak pern...

Era Selfie, Berkah atau Musibah?

Gambar
Tulisan berikut ini dimuat di Koran Rakyat Jateng pada Senin, 21 Desember 2015, adapun tulisan mentahnya seperti di bawah : Munculnya smartphone dengan kamera depan menciptakan kebiasaan baru bagi masyarakat kita. Kebiasaan baru tersebut bernama selfie atau memotret diri sendiri. Kemudahan akses internet dan menjamurnya media sosial menjadikan kebiasaan ini kian cepat menyebar. Bahkan semua kalangan seperti terhanyut oleh asyiknya berselfie ria. Dari anak-anak sampai orang dewasa memotret diri sendiri dengan aneka gaya. Disadari atau tidak era saat ini layak kita sebut sebagai era selfie. Naik daunnya selfie ini telah berhasil membuat sesuatu yang awalnya biasa saja menjadi cukup populer. Kita tentu masih ingat dengan fenomena populernya bunga amarilis. Siapa sangka bunga amaryllis yang awalnya tidak banyak orang yang tahu, tetapi setelah seseorang mengunggah foto dirinya dengan background bunga amaryllis, mendadak masyarakat pun tertarik untuk mengunjunginya. Mengunjungi bu...